Tutorial Cara Ganti Material di Slicer Cura tanpa Ribet!

Estimasi total waktu       = 20 menit

Apakah anda penyedia jasa print 3d yang sering dapat pesanan dengan macam – macam bahan? Atau hobi bereksperimen dengan macam – macam jenis filament? Kita tahu bahwa proses gonta – ganti filament ini merepotkan, baik dari segi mesin maupun software.

Saya mau share tutorial cara ganti material di Ultimaker Cura tanpa ribet. Nggak perlu lagi ganti bed temperature, nozzle temperature, fan nyala atau nggak, dan kecepatan fannya. Anda bisa menghemat waktu dan tenaga!

Hampir kelupaan, pastikan Ultimaker Cura anda sudah terupdate ke versi terbaru (panduan ini menggunakan versi 4.6.2)

Langsung aja ini langkah – langkahnya :

Langkah 1

Buka Ultimaker Cura. Tekan Ctrl + K untuk masuk ke menu Manage Materials.

Menu Manage Materials

Penjelasan singkat saja, ini adalah pusatnya Ultimaker Cura untuk mengatur macam – macam jenis material yang bisa kita gunakan. Di sini kita bisa menyimpan dan mengedit setting untuk tiap jenis filament kita.

Sebenarnya di sini sudah banyak setting dan konfigurasi untuk berbagai jenis filament dan merk. Sayangnya, itu semua teroptimasi untuk 3D Printer Ultimaker saja (ya ini kan emang aslinya slicernya si Ultimaker sih), sehingga perlu ikuti tutorial ini untuk ikut menikmati fitur Manage Materials ini.

Langkah 2

Pilih menu Create. Kemudian isi kolom – kolomnya berdasarkan ini:

  • Display Name    = Nama 3D Printer anda (contoh : Creality Ender-3)
  • Brand                    = Merk Filament anda (contoh : CCTREE)
  • Material Type    = Bahan Filament anda (contoh : PLA)
  • Density                 = isi sesuai massa jenis filament anda (PLA 1,24 ; PETG 1,23 ; ABS 1.04 ; selebihnya   bisa dicari di Google)
  • Diameter             = 1,75 mm (standar filament yang populer)
Isi sesuai petunjuk di atas

Q             : Lho mas, kok color nya nggak diganti?

A             : Dari pengalaman saya, untuk merk yang sama walaupun warnanya beda, pengaturan filamennya   tidak    jauh berbeda. Tetapi jika anda ingin mengatur setting untuk tiap warna, silahkan saja.

Q             : Filament Cost dan Filament Weight kok gak diganti mas?

A             : Kolom tersebut diganti biar nanti di hasil slice bisa keluar harga filament yang akan digunakan. Menurut saya tidak terlalu berguna, karena harga akhir anda pasti menghitung biaya jasa print 3d nya, jasa finishing, dan lain – lain. Untuk panduan lengkap menghitung harga jasa print 3d, cek link di bawah :

Menghitung Harga Jasa Print 3D Fair dan Cuan dengan Satuan Jam

https://tridiku.com/biaya-jasa-3d-print-fair-dan-cuan-jam-atau-gram/

Q             : Saya punya PLA+ dan PLA mas, apakah sama?

A             : Beda! Mereka berdua punya temperature leleh yang berbeda, walaupun temperature bed nya sama.

Langkah 3

Klik menu Print Settings. Isi kolom – kolom tersebut dengan :

  • Default Printing Temperature     : Temperatur print anda yang optimal, saya sarankan ambil range paling rendah. Semisal rangenya 210 – 230⁰C, ambil 210 ⁰C.
  • Default Build Temperature          : Temperatur bed untuk bahan anda (PLA 70⁰C, PETG 80⁰C, ABS 80⁰C, Flexibles 55⁰C, dll.)
  • Standby Temperature                    : Tidak usah diganti (hanya berpengaruh jika anda punya nozzle lebih dari 1)
  • Retraction Distance                         : Jika anda menggunakan Bowden extruder = 5 mm, jika Direct Extruder = 2 mm
  • Retraction Speed                             : 45 mm/s. Tingkatkan nilai ini jika hasil print stringing.

  • Fan Speed                                           : Sesuaikan dengan bahan anda, ini settingan saya (PLA 100%, ABS 0%, PETG 20%, PP 20%, Flexibles 0%)
Isi sesuai petunjuk di atas!

Langkah 4

Anda sudah berhasil membuat setting bahan filament anda! Sekarang, ulangi untuk bahan lain dengan cara klik Create dan ikuti langkah 1 – 3 kembali. Lebih baik anda atur untuk semua bahan sekarang, biar besok – besok tidak repot lagi. Anda akan kemudian punya barisan setting filament 3d print, siap digunakan!

Barisan setting filament siap dipakai!

Langkah 5


Jika sudah selesai mengatur filament, tutup menu Material Manage. Masuk ke Print Settings, Custom, Show All Settings

Tampilkan semua setting di Cura

Langkah 6


Klik menu Speed, lalu ubah nilai kolom Print Speed menjadi 20 mm/s. Selanjutnya di menu Travel, hilangkan ceklis pada kotak Enable Retraction. Ini adalah setting untuk filament Flexibles.


Langkah 7


Sekarang kita save profile printing ini dengan cara klik panah bawah pada kolom profile, pilih Create profile from current settings/overrides. Save dengan nama Filament Flexible.


Selesai sudah! Sekarang jika anda ingin mengganti filament, cukup dengan pilih dari kolom material seperti gambar di bawah ini.


Perlu diingat jika anda akan menggunakan filament flexible, WAJIB gunakan profil Filament Flexible!

Kemudian jika anda mau mengganti layer height atau infill, cukup via menu Recommended Settings yang simple dengan klik tombol Recommended!

Atur kehalusan hasil print dengan geser slider Layer Height yang paling atas. Naikkan kekuatan hasil print dengan geser slider Infill. Jika objek membutuhkan support, centang kotak Support. Pastikan kotak Adhesion SELALU diceklis agar objek tidak mudah lepas saat print!

Sekian yang bisa saya bagikan kali ini, mohon sampaikan kritik dan saran untuk perbaikan sistem ini agar lebih baik dan menguntungkan kita semua. Terimakasih telah membaca.

Mari bergabung! Tidak ada persyaratan pengalaman kerja!

Mari bersama kita mencerdaskan bangsa! Jika anda berminat untuk menulis artikel dan opini tentang 3D Print, mari bergabung bersama dengan menghubungi WhatsApp/Call 0813 – 3936 – 6374 !

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!