Jangan Perang Harga dengan Produk dari Cina, termasuk 3D Printer!

Kita semua pasti tau kalau mau nyari barang yang murah, carilah yang made in China. Case yang sama di 3D Printer. Sejak beberapa tahun terakhir, makin banyak 3D Printer buatan produsen dari China yang go international, sebut saja Creality Ender-3, Anycubic i3, dan masih banyak lainnya.

Yang saya amati baru – baru ini, ternyata harga jual 3D Printer Produsen China ini memang sangat murah jika dibandingkan buatan barat, seperti Ultimaker atau Prusa. Contohnya, Creality Ender-3 sekarang di website officialnya 167 USD (~Rp. 2,5 juta) dan Anycubic Mega Zero 139 USD (~Rp. 2juta), lebih murah jauh dibandingkan Prusa MINI 349 USD (~Rp. 5,2 juta).

  • Ender-3 : 167 USD
  • Anycubic Mega Zero : 139 USD
  • CR-6 : 419 USD
  • Prusa MINI : 349 USD


Saya nggak habis pikir gimana caranya bikin 3D Printer seharga Rp. 2,5 juta sementara dia udah ambil untung ganteng dari itu. Menurut saya, pasti fasilitas produksi masal nya sudah tingkat advanced sehingga harga 3d printer yang mereka produksi bisa turun jauh.

Tentu harga tersebut belum termasuk biaya pengiriman, pajak dari luar negeri, dan lain – lain, sehingga ketika masuk di Indonesia harganya bisa bertambah 1 – 2 juta Rupiah.

source: creality3d.com

Ada harga ada rupa itu memang jelas benar. Prusa MINI dengan harga 2x dari Ender-3, fiturnya memang sudah lebih banyak seperti Auto Bed Leveling, 32-bit touchscreen menu, dan masih banyak lainnya. Ultimaker dengan harga Rp. 100juta juga fiturnya sangat banyak sekali!

Original Prusa MINI – De3DPrintman
source: anycubic.com

Menurut saya, sah – sah saja bersaing seperti ini karena memang semua punya target pasarnya masing – masing. User yang mengedepankan kemudahan dan tidak mau repot, pasti lebih memilih Ultimaker atau Prusa yang memang fiturnya banyak serta customer supportnya bagus – yang memang membuat harganya mahal. Di sisi lain, user yang masih mau coba – coba dulu, suka rakit sendiri, lebih prefer Ender-3 atau mungkin Anet A8 dan merk lainnya yang memang butuh banyak belajar dan trial and error agar bisa print mulus dan lancar.

Prusa MINI (source: prusa3d.com)

Lalu sekarang, bagaimana perkembangan produk lokal 3D Printer Indonesia?

Setau saya, sekarang sudah ada beberapa produk lokal 3D Printer seperti REXYZ dan Subsolid yang mulai berkembang populer. Menurut saya sendiri, produk lokal masih belum sepopuler produk dari luar.

REXYZ A1 Portable 3D Printer (source: rajawali3d.com)


SUBSOLID Xs (source: 3dprint.id)

Kenapa begitu? Karena search engine dan sosial media sudah dipenuhi rekam jejak 3D Printer dari luar, sehingga butuh effort lebih agar produk lokal bisa menang.

Kita tidak akan bisa menang lebih murah melawan produk dari China. Itu opini saya, sehingga baiknya perkembangan 3D Printing di Indonesia bukan ke arah lebih murah, tapi lebih berkualitas sesuai dengan kebutuhan customer dari Indonesia seperti para pegiat jasa print 3d, pembuat cosplay props, kampus dan badan riset, dan masih banyak lainnya.


Bagaimana menurut anda?

Bagaimana agar produk lokal Indonesia bisa bersaing?

Di mana celah yang bisa produk lokal menangkan untuk bisnis 3D Print?

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!