Filament 3D Printer : Definisi, Tipe, dan yang paling cocok buat kamyu

 

Filament 3D Printer (https://3dinsider.com/3d-printing-materials/)

Halo! Selamat datang di di Tridiku.com! kali ini Tridiku akan menjelaskan tentang hal yang penting untuk bisnis 3D Print kalian yaitu………. FILAMENT! YEY!

Pembahasan tentang Filament ini terdiri dari definisi Filament 3D, Tipe / macam dari Filament 3D, dan Filament 3D manakah yang paling cocok untuk kamu.

Filament sangat penting dalam bisnis Jasa 3D Print karena biaya pengeluaran terbesar kalian dalam bisnis ya dari beli Filament, atau sekalipun bukan yang paling besar biaya pembelian Filament merupakan pengeluaran yang cukup top dibanding pengeluaran yang lain.

Selain pemilihan Filament yang tepat juga adalah kunci kalian dalam memenuhi kebutuhan dari klien. Karena keinginan dari tiap klien belum tentu sama. Tanpa basa basi lagi, ayo kita masuk ke pembahasan soal Filament agar kalian tahu Filament apa yang paling cocok buat kamu!

Apa itu Filament 3D?

Filament 3D adalah silinder panjang dengan diameter tertentu yang terbuat dari berbagai macam polymer (fancy way of saying plastics). Filament 3D adalah bahan baku untuk mesin 3D Printer tipe FDM.

Apa Saja Macam dari Filament 3D?

Berapa macam? Banyak euy!

Filament 3D banyak sekali macamnya, sebagai contoh

  1. PLA (Polylactic Acid) filament natural, dibuat dari pati jagung atau pati tebu, very eco friendly
  2. PLA+ (Polylactic Acid +) PLA, but better. ada tambahan zat kimia seperti pigment yang membuat hasil print PLA+ lebih baik dari berbagai parameter dibanding PLA biasa.
  3. ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) Filament tahan panas
  4. ASA (Acrylonitrile Styrene Acrylate) sepupunya ABS, tahan sinar UV
  5. PETG (Polyethylene Terephthalate Glycol) Filament tahan air tahan zat kimia
  6. PP (Polypropylene) Filament tahan zat kimia dan isolator listrik. good for high cycle low pressure application.
  7. Nylon (Hexamethylene Diamine) Filament super durable, agak mahal
  8. PEEK (Polyether Ether Ketone) Filament dengan sifat mekanik terbaik. sangat tahan panas. MAHAL!
  9. PVA (Polyvinil Alcohol) larut dalam air, Filament yang baik digunakan sebagai support structure saat Print
  10. PC (Polycarbonate) Filament dengan Ketahanan Impak dan defleksi panas yang tinggi
  11. TPU / TPE Filament Elastis
  12. Metal Filled Filament isi logam, sangat kaku, ketahanan dan sifat mekanik baik

cukup bingung? tenang Simplify3D membuatkan Ultimate Material Guide buat kita semua, tapi bersiap baca dalam bahasa inggris ya!

Filament apa yang Terbaik Untukmu?

Tiap – tiap filament punya kegunaan, kelebihan, dan kekurangan masing masing. Tapi, kamu ga perlu bingung! Untuk sekarang, kita hanya akan membahas mengenai 3 jenis filament, yaitu PLA/PLA+, ABS, dan PETG. 3 jenis filament ini dibahas terlebih dahulu karena ketiganya adalah Filament 3D yang paling sering digunakan di dunia saat ini.

PLA/PLA+, ABS, dan PETG menjadi lumrah untuk digunakan karena ketiganya relatif murah dibanding Filament jenis lain, dan bisa digunakan oleh segala jenis 3D Printer (3D Printer murah juga bisa pakai).

lalu, diantara ketiga Filament 3D ini, manakah yang paling cocok buat kamu? sebelum bisa menjawab pertanyaan itu kita harus membahas ketiganya satu persatu, lalu membandingkannya.

PLA / PLA+

PLA atau Polylactic Acid adalah material yang paling umum digunakan oleh 3D Printer FDM. PLA memiliki berbagai macam aplikasi dan keunggulan, namun juga memiliki kelemahan karena tidak ada satupun material yang baik dalam setiap bidang. berikut keunggulan dan kelemahan dari PLA

Keunggulan dari PLA adalah:

  1. Harga Terjangkau, mulai dari Rp 100.000 / kg
  2. Mudah di Print, tidak memerlukan banyak Part 3D Printer Tambahan
  3. Tersedia di banyak Toko
  4. Tersedia dalam berbagai macam warna
  5. Sifak Mekanik kaku dan kuat
  6. Hasil Print memiliki Akurasi Dimensi baik
  7. Dapat bertahan lama dalam aplikasi tertentu

sedangkan kelemahannya adalah:

  1. Ketahanan Temperatur rendah (PLA mulai meleot di Temperatur 60 C)
  2. Encer saat di Print, butuh Printer dengan Cooling Fan
  3. Getas
  4. Tidak cocok untuk aplikasi luar ruangan

Halangan terbesar dari aplikasi PLA adalah sifatnya yaitu ketahanan panas dan sinar UV yang rendah, sehingga sangat tidak cocok untuk digunakan di luar ruangan (outdoor).

Namun karena PLA murah, mudah di print, dan tersedia dalam banyak warna, PLA adalah Filament 3D yang cocok sekali untuk latihan 3D Printing. selain itu PLA juga cocok untuk digunakan untuk aplikasi Props untuk Costume Play (Cosplay) dan Dekorasi Rumah.

PLA+ pada dasarnya adalah PLA, perbedaannya ada pada penambahan zat kimia tertentu yang menyebabkan hasil Print dari PLA+ lebih mulus, tahan lama, dan memiliki kekuatan yang lebih baik dari PLA biasa. harga dari PLA+ sendiri lebih tinggi daripada PLA biasa dikarenakan sifatnya yang di klaim lebih baik ini.

 

T-60 Power Armor Cosplay by Yasu Tano. Full Body dan bisa digerakkan, INSANE!

ABS

ABS atau Acrylonitrile Butadiene Styrene adalah salah satu polymer yang digunakan dalam pengembangan mesin 3D Printer.

Walaupun penggunaannya tidak seluas dahulu karena adanya material baru seperti PLA dan PETG tapi sifat ketahanan panas, ketahanan impak dan ketangguhan yang baik menempatkan ABS di salah satu material yang masih sering digunakan saat ini.

Selain itu harganya yang murah (mirip dengan PLA) menjadikan ABS alternatif dari PLA untuk aplikasi yang lebih demanding.

Berikut adalah kelebihan dan kelemahan dari ABS

Kelebihan

  1. Kekuatan tinggi dan cukup Fleksibel
  2. Post Processing mudah untuk aplikasi dengan detil tinggi (bisa di vapor smoothing dan di amplas)
  3. Harga terjangkau dan tersedia di berbagai macam toko (mulai dari Rp 150.000/kg)
  4. Ketahanan Impak dan Ketahanan Pakai tinggi
  5. Agak Kental saat di print, Sedikit Stringing
  6. Ketahanan Panas Tinggi (tahan sampai 120 C)

Kekurangan

  1. Mudah Warping
  2. Harus ada Heat Bed dan Heated Chamber
  3. Menghasilkan Gas dengan Bau kurang sedap saat proses printing
  4. Tingkat ketelitian rendah karena ada kecenderungan mengalami penyusutan

Filament ABS memiliki aplikasi yang tepat untuk part otomotif, beberapa hal yang bisa diprint dengan ABS adalah Gas Cap, Velg Vespa, Grill Lampu.

ABS adalah material Filament yang sangat cocok untuk benda sering mengalami benturan karena sifat kekuatan, ketahanan impak, dan ketahanan pakai yang baik.

berikut adalah contoh benda yang pernah Tridiku Print dengan ABS

PETG

PETG atau Polyethylene Terephthalate Glycol adalah material Filament 3D yang terkenal sebagai “Missing Link” antara PLA dan ABS.

Penggabungan sifat baik antara PLA dan ABS yaitu mudah di print, tersedia dalam banyak warna, ketahanan panas, dan fleksibilitas menjadikan PETG primadona di aplikasi yang membutuhkan berbagai sifat material.

Selain itu sifat tahan air dan tahan zat kimia menjadi nilai plus dari Filament PETG. pada kehidupan sehari – hari PETG digunakan sebagai material dari botol air minum.

Berikut adalah kelebihan dan kelemahan dari PETG

Kelebihan

  1. Glossy dan Permukaan Print Mulus
  2. Jarang sekali warping
  3. Menempel dengan baik pada Bidang Cetak
  4. Tidak menghasilkan bau saat proses Printing
  5. Tidak Menyusut setelah di print
  6. Post Processing dengan Amplas mudah
  7. Ketahanan panas cukup (meleot di 80 C)

Kekurangan

  1. Bridging jelek
  2. Mudah menghasilkan rambut – rambut halus karena stringing
  3. Sticky, lengket
  4. Walaupun lebih rendah dari ABS, kebutuhan Panas untuk Printing PETG lebih tinggi dari PLA
  5. Lebih mahal daripada ABS dan PLA (termurah di Rp 250.000/kg)

Filament PETG sendiri cocok untuk digunakan untuk aplikasi yang dekat dengan air. Contohnya Self – watering Pot atau Hydrofoil untuk kapal.

 

Self Watering Pot (parallelgoods)

Conclusion

setalah membaca penjelasan panjang tadi, kamu pasti mikir :

Pembaca setia : “terus setelah penjelasan panjang banget, yang terbaik untukku apa dong?”
Patrick : “aku dong”
Pembaca setia : “(:’|)”

nggak nggak, becanda kok.

Untuk tau filament yang terbaik untukmu, kamu harus menyesuaikan antara filament dengan kebutuhanmu dong.

Sebagai contoh nih, misal kamu mau buat gantungan kunci dijual ke asosiasi tim sepak bola, udah jelas pilihannya adalah PLA, kenapa? karena murah, jadi margin untung lebih besar, dua, warna yang tersedia banyak, jadi bisa lebih kreatif mix and match design dengan warna, dan terakhir ga perlu banyak modifikasi mesin, jadi bisa kejar orderan.

Contoh lainnya, ada order dari client mau buat casing custom untuk laptopnya, soalnya dia hobbynya rakit laptop from scratch. Pilihan yang tepat adalah ABS, karena tahan panas, laptop ini kan temperatur kerjanya bisa diatas 50 derajat celsius kadang kadang.

Contoh terakhir, misalkan ada order mau buat body untuk kapal selam mini yang dioperasikan di laut, PLA, ABS, atau PETG? jawabannya PETG, karena PETG tahan reaksi kimia (dari air laut, garam itu korosif), dan tahan air atau water repellant.

Rule of thumbnya begini :
kalau butuh surface mulus dan warna macem macem, PLA
kalau butuh ketahanan panas dan fleksibilitas, ABS
kalau butuh ketahanan kimia dan ketahanan air, PETG
kalau butuh hasil print yang tahan panas, tahan zat kimia, tahan air, warnanya bagus?

ya Print ABS, Coating Primer, Coating warna.

untuk kamu pemilik 3D Printer pemula yang pertama kali pakai 3D Printer, saran Patrick sih pakai PLA / PLA+ aja dulu, karena diantara ke 3 Jenis Filament yang sudah dijelaskan, PLA dan PLA+ itu yang paling gampang untuk di print.

kalau kamu mau belajar lebih lanjut dan membandingkan antar berbagai macam Filament 3D, Simplify3D udah buat tabel komparasi yang cukup bagus, monggo di cek!

sekian artikel tentang 3D Printer dari Tridiku! kalau kamu kebingungan atau butuh bantuan, we are glad to help you! question? please place it in the comment section bellow, cheerio!

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!