Harga Jasa 3D Print Fair dan Cuan, Jam atau Gram?

Hasil slice dari Ultimaker Cura, pembawa uang untuk penyedia jasa 3D Print

Kebanyakan penyedia jasa 3D Print Indonesia, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan banyak kota lainnya, menyediakan jasanya dengan harga per gram, mulai dari Rp. 1.000 – 2.000 per gram. Menurut saya ada beberapa kekurangan dari sistem ini, seperti :

  1. Bagaimana jika jenis bahan diganti? Kan harga ikut berubah.
  2. Bahan yang sama namun merk nya berbeda juga harga ikut berubah.
  3. Tidak fair, karena mengganti layer height akan mengubah waktu printing sementara berat tidak berubah atau hanya berubah sedikit
  4. Jika objek yang diprint kecil dan detail biasanya beratnya ringan namun waktunya lama, sehingga harganya terlalu murah.
Contoh objek yang kecil tapi detail dan lama. Beratnya cuma 8 gram tapi lamanya 2 jam.

Maka dari itu saya mencoba menyusun kalkulator harga yang berbasis jam operasi, sama seperti jasa mesin CNC atau laser pada umumnya. Sistem ini memiliki kelebihan yaitu :

  1. Penyedia jasa bisa menghitung dengan detail, berapa biaya operasionalnya
  2. Kapan akan balik modal dari pembelian mesin
  3. Potensi profit per bulannya
  4. Bisa fleksibel menggunakan bahan apa saja dan merk apa saja, tinggal ganti harga bahannya
  5. Fair untuk penjual dan pembeli, harga sesuai waktu proses dan kualitasnya (layer height)

Akan tetapi, masalah utama yang sering saya temui saat menggunakan sistem ini adalah pelanggan kebingungan dengan acuan harganya, karena mereka biasa mengkomparasi harga dari banyak penyedia dengan satuan Rp./gram.

Sehingga di kalkulator harga ini saya coba buat sistem perhitungan yang paling fair sejauh ini, harga berdasarkan jam operasi namun setara dengan satuan Rp./gram.

Untuk mendownload kalkulator harga ini (dalam bentuk excel), klik link di bawah.

Bagaimana cara menggunakannya?

Untuk kalkulator harga:

  1. Isi satuan harga/gram normal anda (cth: Rp. 2.000/gram)
  2. Isi satuan harga/jam yang akan anda pasang nantinya (cth: Rp. 18.500/jam)
  3. Isi harga filamen/gram yang anda pakai, pastikan sudah dalam satuan Rp./gram. (cth: filamen 1 kg harga Rp. 295.000, maka per gramnya Rp. 295).
  4. Masukkan berat (gram) dan waktu (jam & menit) dari hasil slice anda ke masing – masing kolomnya.
  5. Bandingkan hasil perhitungan Rp./gram VS. Rp./Jam, apakah sudah sebanding? Pastikan nilainya di bawah 100%, sehingga anda bisa mengklaim bahwa sistem anda sudah setara dengan biaya Rp./gram yang biasa digunakan.

Untuk kalkulator profit:

  1. Di tabel total jam kerja dalam 1 tahun, isilah dengan lama kerja normal anda sesuai kebiasaan anda agar hasil simulasi seakurat mungkin.
  2. Isi target balik modal dalam satuan tahun. Jika ingin dalam bulan, maka bagi nilainya dengan 12.
  3. Dengan memasukkan harga mesin, anda akan memperoleh biaya penyusutan mesin per jam nya saat beroperasi.
  4. Kemudian anda akan mendapatkan potensi profit sebelum balik modal dan sesudah balik modal.

Saya sendiri baru menerapkan sistem ini untuk jasa 3D Print sendiri di Surabaya sekitar 1 minggu, butuh pendapat dan masukan dari teman – teman 3D Print.

Cukup sekian yang saya bagikan kali ini, mohon sampaikan kritik dan saran untuk perbaikan sistem ini agar lebih baik dan menguntungkan kita semua. Terimakasih telah membaca.

Mari bersama kita mencerdaskan bangsa! Jika anda berminat untuk menulis artikel dan opini tentang 3D Print, mari bergabung bersama dengan menghubungi WhatsApp/Call 0813 – 3936 – 6374 !

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!