7 Ide Bisnis 3D Print, yang Dijamin Gagal!

Apa yang lebih menyebalkan dari hasil 3D print anda gagal?

Menurut saya, yang lebih menyebalkan adalah bisnis 3D print yang gagal.

Artikel ini dilansir dari https://www.fabbaloo.com/blog/2016/5/9/seven-guaranteed-to-fail-3d-print-business-models yang membahas tentang 7 ide bisnis 3d print yang dijamin gagal. Ke-7 ide ini memang dilihat dari trennya sudah menjadi kegagalan – kegagalan bisnis baru atau startup, sehingga oleh sang author dijadikan panduan agar yang lain tidak mengulanginya juga.

Di artikel ini saya akan coba membahas peluang ide tersebut di Indonesia. Saya sendiri sudah pernah mencoba nomor 4 dan 5, dan gagal!. Apa saja tujuh tersebut?

  • Penjualan 3D Model: konsep utama dari ide ini adalah membuat beberapa 3d model yang unik dan keren lalu ditawarkan untuk dijual, biasanya dibeli dengan online payment lalu objek bisa didownload. Menurut saya, konsep ini bisa saja dilakukan namun akhirnya hanya menjadi sebuah pekerjaan, bukan bisnis. Mengapa begitu? Karena untuk menjadi bisnis, butuh skala yang besar sehingga profit cukup untuk hire staff dan membuat system/bisnis yang berjalan. Problem utamanya menurut saya, adalah mentalitas mencari gratisan di Indonesia seperti cracking dan bajakan, yang akhirnya bisa membunuh usaha. Walau begitu, menurut saya peluang ini masih layak untuk dicoba, namun dengan value berbeda yang ditawarkan. Contohnya adalah fab365.net, yang menawarkan model 3d unik yang bisa dilipat, dan masih banyak seller lain di patreon.com yang memang model 3d nya sangat detailed, tidak seperti gratisan dari thingiverse atau myminifactory
source: fab365.net
  • Basic 3D Printer: konsep utama ide ini adalah menjual 3d printer biasa, tanpa fitur unik yang membedakannya dari 3d printer lain di pasar. Beberapa memulai venture ini berharap mesinnya bisa selaris Ender-3, tapi menurut saya susah. Kenapa begitu? Karena Ender-3 sudah menjadi raja dari printer murah, sama seperti Prusa i3 menjadi raja printer open-source di era awal dibandingkan makerbot. Ide untuk membuat dan menjual 3D printer masih ada peluangnya, asalkan memang ada nilai lebih dan fitur unik yang membedakannya dari produk lain.
Prusa Mendel edisi pertama, sempat menjadi 3D printer termurah di zamannya. (source: commons.wikimedia.org)
  • 3D Model Marketplace: konsep ini adalah membuat semacam e-commerce dimana para desainer bisa menjual 3D model mereka. Konsep ini belum saya temui yang berhasil, karena memang banyak desainer lebih memilih menjual desain mereka langsung. Contohnya, fab365.net, dan banyak desainer – desainer lain di patreon.com yang memang lebih prefer berinteraksi langsung dengan pembelinya. Menurut saya, para desainer 3d ini tidak kekurangan tools untuk menjangkau pasarnya, sehingga tidak ada kebutuhan akan marketplace. Sehingga, konsep ini butuh nilai tambahan, bukan hanya sekedar mampu menjangkau pasar, agar bisa berhasil.
Contoh jualan 3D model via patreon. (source: patreon.com)
  • 3D Printer Filament Murah: Tiap orang yang tahu kalau harga bahan baku filament itu hanya Rp. 30.000 – Rp. 50.000 dan bisa dijual Rp. 200.000, pasti langsung punya ide untuk jualan filament! Atau bahkan lebih gilanya, bikin filament lebih murah dengan anggapan tidak apa – apa untung tipis asal volume penjualannya besar. Tapi, tidak semudah itu ferguso. Mesin produksi filament harganya tidak murah, kalau memang mau bikin yang kualitas bagus seperti diameter dan warna yang seragam. Bahan bakunya juga lebih mahal karena butuh riset banyak agar bisa mudah diprint dan hasilnya mulus memuaskan! Saya sendiri sudah pernah mencoba filament murah, baik bikinan sendiri maupun beli dari bisnis lain, dan ujung – ujungnya malah merusak printer saya sendiri (bikin nozzle mampet!). Jika memang anda tertarik untuk terjun ke pasar filament, perlu ada nilai tambahan yang membuat orang memiliki alasan agar memilih produk anda, selain murah.
Filament yang terlalu murah dan tidak masuk akal harganya, malah akan bikin 3D print gagal dan rusak. (source: makersempire.com)
  • Mesin Pembuat Filamen Ukuran Kecil: Ambil hasil print anda yang gagal, benchy – benchy hasil testing, support, dan masukkan ke alat ini agar menjadi filament kembali! Wow, sangat menarik! Sayangnya, tidak semudah itu huft. Untuk menghasilkan filament yang memang layak pakai dengan toleransi diameter yang kecil agar tidak mampet dan hasil print mulus, tentu juga butuh alat produksi yang tidak murah. Saya sendiri sudah pernah mencoba ini dan tidak berhasil – berhasil untuk membuat filament yang layak dipakai, baik dari segi diameternya dan komposisi bahannya.
Bikin filamen dari sampah plastik, yes or no?
  • 3D Printer Skala Kecil dengan Filament Cartridge Exclusive: Konsep ini malah sepertinya sudah diabaikan di dunia 3D printing, setau saya hanya Makerbot saja yang bertahan karena mereka memang sudah memiliki nama. Yang membuat konsep ini tidak masuk akal adalah, beberapa penjual mewajibkan customer yang menggunakan printernya untuk menggunakan filament mereka, tanpa ada embel – embel tambahan. Ya jelas males dong. Kecuali nih ya, dia menawarkan garansi print anti gagal atau uang balik 100% jika menggunakan filament dia. Nah itu saya baru tertarik. Tapi apakah ada yang menawarkan seperti itu? Setau saya belum ada, mungkin jika sudah ada bisa tolong share infonya
Cubify, salah satu 3D printer yang setau saya hanya bisa pakai filament dari mereka sendiri. (source: amazon.com)
  • Filament Komposit yang isinya aneh… : Ide ini sempat booming setau saya beberapa tahun yang lalu. Banyak yang jualan filament isi kulit jeruk, filament isi tomat, dan mungkin ada juga yang isi ekstrak kulit manggis. Ide ini sama saja dengan konsep recycle atau filament murah, customer tidak peduli dengan isinya. Yang mereka pedulikan adalah, apakah mudah diprint? Apakah warping? Apakah bisa mulus?
Contoh filament komposit yang bagus & menarik. (source: 3dprint.com)

Jika dari post aslinya menyatakan bahwa ide ini adalah guaranteed-to-fail atau dijamin gagal, menurut saya tidak. Selama dalam mengembangkan ide bisnis tersebut kita aktif mencari feedback dari customer dan mengimprove kualitas, pasti akhirnya akan bisa memenuhi kebutuhan customer dan membuat bisnis yang sukses.

Walaupun saya sendiri sudah gagal saat nyoba ide nomor 4 dan 5, hahaha…

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!