3D Printing in Zero Gravity! Made in Space!

Barry Wilmore, Komandan Expedisi ke 42 ISS, membawa benda pertama yang di manufaktur manusia di luar angkasa (source)

Build Above!

Introduction

Ukuran ISS (International Space Station) yang semakin besar dari tahun ke tahun pastilah menyebabkan kebutuhan akan berbagai macam hal yang semakin banyak.

Kebutuhan perbaikan dari berbagai macam mesin dan apparatus percobaan di luar angkasa pastilah merupakan permasalahan yang cukup merepotkan.

Permasalahan ini dapat menjadi lebih berat lagi saat ternyata peralatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki benda tersebut ternyata tidak ada… tapi jangan takut, sekarang ada 3D Printer di luar angkasa lho! Jadi benerin apapun ga harus sambil pusingin alatnya ada atau nggak.

Made In Space

Build Above! (source)

Enter, Made In Space, Inc. Made In Space (MIS) adalah sebuah start up yang berpusat di Mountain View, Sillicon Valley, AS.

Start up yang bermottokan “Build Above” ini memiliki satu misi, yaitu : “develop state-of-the-art space manufacturing technology to support exploration, national security, and sustainable space settlement” (mengembangkan teknologi manufaktur mutakhir di luar angkasa untuk membantu eksplorasi, keamanan nasional dan pemukiman luar angkasa yang berkelanjutan).

Why Made In Space

Manufaktur di luar angkasa jelas berbeda dan lebih sulit untuk dilakukan dibanding manufaktur di muka bumi.

Perbedaan tekanan, temperatur, gravitasi, luas area kerja yang tersedia, kesediaan energi, dan kebersihan yang selalu harus dijaga merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses pembuatan alat yang dipakai di luar angkasa.

Salah satu benda yang dibuat di luar angkasa oleh AMF by Made In Space (source)

Hal pertama yang melejitkan nama start up ini ke luar angkasa adalah AMF (Additive Manufacturing Facility), 3D printer pertama di luar angkasa yang mereka buat dengan kerjasama sama NASA.

Hasil dari kerjasama ini membuktikan bahwa : manufaktur di luar angkasa itu mungkin dilakukan dan lebih masuk akal apabila dikaji pada dampak lingkungan, ekonomi, dibandingkan mengirimkan barang dari bumi.

Start up tidak berhenti dan berjalan ditempat saja, target berikutnya dari start up ini adalah manufaktur benda dengan bahan baku DI LUAR ANGKASA DENGAN BAHAN DARI LUAR ANGKASA, yep, rumah dan satelit dari debu bintang dan bulan bisa jadi dibuat dalam masa hidup kita.

Conclusion

Dengan majunya industri yang didukung oleh teknologi 3d print, maka penggunaan dari teknologi ini pun akan semakin digemari oleh orang di industri yang dekat dengan yang sudah menggunakan 3d print.

Pastikan dirimu selalu update tentang kabar dari dunia 3d printing dengan follow di Instagram @tridiku_3d ya! Sekian dari kami, semoga bermanfaat, cheerio!

Kamu akan tertarik membaca artikel ini!

Leave a Reply

© TRIDIKU | Surabaya, Indonesia

Gedung Forensik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Background from freepik.com

Daftar Sekarang untuk Memulai Bisnismu!

Kami tidak akan pernah menyebarkan informasi dan data diri anda

JANGAN LEWATKAN INFO MENARIK LAINNYA!